Pertemuan Wanita Berhijab Syar'i Part 5

Pertemuan Wanita Berhijab Syar'i Part 5 - Cerita Ni Senpai untuk memperjuangkan seseorang yang ingin di kenal-nya membutuhkan waktu yang tidak pasti.

Pertemuan Wanita Berhijab Syar'i Part 5

Bahkan Ni sempat ingin melupakan kejadian di malam itu, saat suasana hujan Ni berteduh di perpustakaan.

Hari demi hari pun berlalu, kejadian terakhir saat pertemuan cerita sebelumnya Ni tidak melakukan apa-apa hanya bisa melihat dan memandangnya.

Perjuangan Ni tidak sampai di situ saja, setiap malam Ni menunggu di perpustakaan hampir sebulan Ni pulang malam setiap hari, bahkan Ni mencoba untuk menyelipkan sebuah catatan ke buku yang biasa di baca Wanita Chan.

Banyak cerita yang terlewatkan, dari cerita salah untuk menegor orang yang ternyata bukan Wanita Chan hanya sosok wanita dari anak pendidikan agama, Ni mulai kehilangan arah sulit membedakan mana Wanita Chan mana orang baru yang ditemuinya, saat kejadian mendengar Wanita Chan mengembalikan buku, gabung ke grup matematik yang berharap Wanita Chan ada disitu dan yang terakhir berteriak di jalanan berharap Wanita Chan datang menghampiri Ni Senpai (Well sangat aneh).

Banyak sekali cerita yang terlewatkan setiap detik-nya harapan Ni semakin besar bersamaan dengan hilangnya ingatan Ni tentang Wanita Chan.

6 Bulan Kemudian .....

Ni, tetaplah Ni walaupun bulan telah berganti hari, bulan bahkan tahun, Ni tetaplah mahasiswa informatika yang aneh, suka menyendiri dan kadang suka berbicara dengan dirinya sendiri bahkan laptop pun menjadi teman ngobrolnya.

Saat ini Ni beranjak menjadi mahasiswa tingkat akhir Semester 8, sedangkah Wanita Chan saat ini Semester 6, Ni selalu menunggu-nya sampai terlupa bahwa 2 Semester perkuliahan telah berlalu.

Ingatan tentang Wanita Chan telah hilang, bahkan Ni tidak lagi memikirkan hal yang menggangunya selama ini, karena semua hal yang mengganggunya telah menjauh pergi meninggalkan Ni.

Walaupun Ni terlihat kesepian namun Ni masih memiliki teman-teman dari kelas malam dan saat malam itu event-pun terjadi.

"kejadian itu sangat berarti, membuat hati ini sejenak kembali berdetak dan aku mulai mengingat kembali akan sosok seorang yang berharga buat-ku yang ingin aku temui" ...

Entah dari mana datangnya, Wanita Chan berada di belakang Ni waktu di perpustakaan saat Ni berkumpul dengan teman-temannya, Ni kaget, bingung dan sekaligus gugup saat Ni mencoba duduk berpindah ke sebelah Wanita Chan.

Ni : "Apa yang harus aku lakukan?"
Ni : "Apa ini Wanita Chan?"
Ni : "Apa benar ini dia?"
Ni : "Apa dia masih mengingat-ku?"
Ni : "Apa dia sudah lupa"
Ni : "Waktu berjalan begitu cepat, kenapa dia baru muncul hari ini?"
Ni : "Apa yang selama ini aku tunggu"
Ni : "Aku menunggunya"
Ni : "Selalu menunggunya"
Ni : "Setiap malam"
Ni : "Saat pintu perpustakaan terbuka"
Ni : "Aku selalu berharap apakah dia datang"
Ni : "Apa yang aku fikirkan, berbicara sendirian begini!"
Ni : "Aku harus melakukan sesuatu"
Ni : "Ya, harus!"

Setelah berbicara sendiri, akhirnya Ni melakukan sesuatu, hal yang dilakukannya adalah ....

"Melihat apa yang sedang di cari Wanita Chan di laptop-nya"

Notes : Menurut Ni ini sudah lebih dari cukup dengan arti kata "Melakukan Sesuatu".

Ni : "Assalamualaikum"
Ni : "Apa yang kamu cari?"

Wanita Chan : "......"

Ni : "Kenapa dia tidak menjawab salam-ku"
Ni : "Gawat!, ternyata aku masih berbicara dengan diriku sendiri!"
Ni : "Ini pembicaraan yang tidak akan terdengar oleh manusia apapun bentuknya"
Ni : "Well, aku ini orang yang sangat aneh, pantas saja dia tidak menjawab"
Ni : "Biar saja, aku mencoba sedikit mengintip apa yang di cari-nya"
Ni : "Emmmm, apa itu"

Notes : Ni mencoba sedikit mengkerutkan mata-nya karena tulisan jauh tidak terlihat jelas karena mata dari Ni Senpai Minus (-).

Ni : "Well, Ikhtilat ..."
Ni : "Apa itu Iktilat?"
Ni : "Ada kata asing yang baru aku dengar"
Ni : "Nanti aku akan coba cari tau"
Ni : "Apa sih Iktilat itu?"

Setelah lama berbicara sendiri Ni Senpai menyadari bahwa Wanita Chan ingin segera bergegas pergi meninggalkan tempatnya, Ni merasa telah banyak melakukan sesuatu, padahal pada kenyataanya Ni hanya diam saja dan hanya terus berfikir.

Pada saat Wanita Chan berjalan ke arah pintu perpustakaan, Ni teringat akan Salam yang di ucapkan Wanita Chan kala itu saat pertemuan pertama, namun kali ini Ni tidak melihatnya, alasannya sudah jelas karna Ni tidak melakukan apa-apa, maka Wanita Chan untuk kesekian kali-nya tidak menyadari keberadaan Ni.

Keesokan hari-nya ni menulis catatan tentang Apa itu Ikhtilat dan berharap Wanita Chan membaca-nya.

Ni : "Perjuangan masih belum berakhir :)".

Novel - Pertemuan Wanita Berhijab Syar'i Part 6 (Rilis)

No comments:

Post a Comment

Advertisment

Artikel Populer

Advertisment

© Copyright 2015. Website by Way2themes Edited by Materi Teknik Informatika