Kisah Pertemuan yang Sengaja dilakukan

Kisah Pertemuan yang Sengaja dilakukan - Pertemuan dengan teman lama atau seseorang yang dahulu-nya dekat memang sangat menyenangkan.

Kisah Pertemuan yang Sengaja dilakukan

Kisah ini berawal dari kehidupan seseorang yang sangat membosankan Ni Senpai, yah pada malam itu berawalnya kisah seorang yang sangat perduli dengan temannya bahkan mungkin sangat kelewat kepeduliannya.

Walaupun orang itu sudah mencueki-nya berkali-kali mungkin ribuan kata yang terucap tak akan mampu membalas walau hanya satu kata dari dia.

Ni rela melakukan apapun tanpa butuh balasan, hanya ingin berteman dari orang yang menurut Ni baik, namun apa daya saat ni ditingkalkan teman terbaik-nya yang mengaggap Ni itu Modus! pasti ada sesuatu dari kabaikan yang dilakukan Ni.

Bagi Ni sulit untuk mengungkapkan kata "Tulus", karena Ni melakukannya begitu saja tanpa fikir panjang dan senang membantu orang lain walaupun diri sendiri kerepotan.

Pada malam itu, Ni bertemu dengan seseorang yang dianggapnya berharga, Ni biasa pulang malam dan sedikit kaget melihat seseorang yang jarang sekali dilihatnya namun terlihat juga di kampus.

Kejadian itu saat Ni keluar dari perpustakaan, menuju arah pulang ke gedung utama, Ni melihat sesosok seorang yang kecil yang sudah familiar baginya.

Kejadian itu hanya sekejap, bahkan hembusan angin pun kalah dengan cara jalannya yang begitu cepat, entah dia melihatku apa tidak, yang jelas dari kejauhan Ni sudah memandanginya sejak awal namun setelah dekat dia pun menoleh arah wajahnya ke arah yang salah.

Mungkin itu kesan yang kurang baik dari seorang teman yang dahulunya dekat, ya memang begitu kenyataanya namun Ni tetap senang walaupun dia sama sekali tak meliriknya bahkan menyapa pun tidak.

Saat beranjak pulang Ni mengukur waktu dan merencanakan sesuatu :

Dialog Ni Senpai dengan dirinya sendiri
Ni : Aku pulang sekitar jam 07:30 PM.
Ni : Presisi waktu yang dibutuhkan ketika pulang sampai ke rumah paling lama 65 Menit.
Ni : Perkiraan waktu sampai dirumah 08:35 PM.
Ni : Aku sudah pernah mengurkur jarak antara kampus ke rumah itu 24.4 KM.
Ni : Ditambah kemacetan parah di bagian Sektor A dan agak renggang di bagian Sektor B.
Ni : Bila dipercepat pulang sekarang sekitar 5 menit lagi menurut perhitungan statistik.
Ni : Akan mempercepat waktu pulang dan meminimalisir kemacetan yang di bagian Sektor A.
Ni : Kisaran kecepatan yang dibutuhkan sekitar rata-rata 60Km/h akan mengurangi waktu perjalanan.
Ni : Sekitar 20 Menit, semua faktor dibutuhkan untuk meningkatkan kemungkinan pertemuan.
Ni : Pertemuan yang sengaja dilakukan.
Ni : Dengan segala kemungkinan yang terjadi akan meningkatkan atau mengurasi persentase.
Ni : Kemungkinan pertemuan yang terjadi.
Ni : Yosh! mari kita pulang ....

"Wajah cuek-nya itu yang selalu di ingat Ni Senpai".

Rencana pertemuan itu pun sudah direncanakan sejak awal dari pertemuan yang sebelumnya tanpa perkiraan yang menghasilkan berpalingnya wajah dia.

Setelah 66 Menit berlalu, Ni memperkirakan bahwa dia pulang sekitar jam 09:05 PM, Ni sampai di rumah sedikit tepat dengan perkiraan sekitar 08:36 PM, 29 Menit yang dibutuhkan untuk menyusun rencana.

Setelah sampai di rumah Ni Cuci muka dan bergegas pergi lagi untuk membeli makanan sekaligus menyelesaikan rencananya.

Tinggal 29 Menit dibutuhkan untuk sekedar mengelilingi kota kecil yang ditinggali oleh Ni, dengan mengendarai motornya Ni membeli ingin membeli Kwetiaw yang biasa di beli-nya, tukang kwetiaw tersebut dekat dengan arah menuju pulang nya si-cuek.

Jarak tempat kuetiaw padahal dekat namun Ni sengaja mengitari kota kecilnya untuk menghabiskan waktu 29 menit yang sedang berlalu.

Setelah pergi mengitari kota, Ni pun akhrinya ke tempat tujuan utama, membeli Kwetiaw dan berharap orang yang ingin dilihatnya melewati jalan tersebut.

Sudah 5 menit pun berlalu, sepertinya rencana Ni tidak sesuai harapan, presisi waktu yang dibutuhkan tidak tepat, Ni mengira dia sudah pulang ke rumah.

Namun Event pun akhirnya terjadi, moment dimana Ni sedang menguap, ada seseorang yang ingin di temui-nya mengendariai motor dan Ni sedang duduk diatas motor-nya sambil melihat ke arah-nya.

Tepat pada saat Ni Senpai "menguap" dia melihat ke arah Ni, entah apa yang dirasakan Ni, namun sepertinya rencana-nya tidak gagal, walaupun pertemuan itu hanya sekejap bahkan hembusan angin pun kalah cepat-nya, namun bisa memberikan sedikit senyuman bagi Ni.

Ni Senpai : Ternyata hidup ini indah, yaa :).

Sekian ~

No comments:

Post a Comment

Advertisment

Artikel Populer

Advertisment

© Copyright 2015. Website by Way2themes Edited by Materi Teknik Informatika