Kota Kematian - Part 3

Kota Kematian - Part 3

Kota Kematian - Part 3

Part 3 - Ayo Cepat Pergi

Aku langsung membangunkan keluargaku dan kedua supir natta dan saepul untuk segera bergegas pergi dari rumah ini, aku langsung mengaitkan samuraiku di punggung yang telah ku persiapkan sebelumnya, aku yang membuka pintu rumah dan membuka gembok rumah, ternyata didepanku ada zombie yang bersiap untuk menyerang !!!.

Melihat zombie tersebut dengan siagapnya aku langsung tebas mereka tanpa ragu ssrrrrtttt !!!.

Tian berkata “Cepat cepat cepat bergegas pergi dari sini”.

Sri bangun dan berkata “wow a tian hebat”.

Tian berkata “Ini demi melindungi kalian semua, :)”.

Supir bersiap untuk berangkat termasuk om ogih, kami membawa 3 mobil, kak stars dan aku membawa motor masing-masing, aku membawa si merah ku dengan samurai dipunggungku, kakak ku membawa vixion merahnya sambil menggengam sebilah kapak.

Kota Kematian - Part 3

Tianwow keren kak”.

Starsayo dik cepat!” .

Tian “oke, ini senjataku”.

Kota Kematian - Part 3

Aku segera menuntun mobil pertama yang disupirkan oleh saipul ke arah rumah zog, dengan perlahan aku sampai di rumah dia dan langusung memanggil namanya untuk segera keluar, ternyata membutuhkan waktu yang lama untuk mereka segera bergegas, aku di serang zombie sampai 2 kali, namun aku bisa mengatasinya, untuk yang ketiga kalinya zombie ini berukuran besar, aku kewalahan untuk menyerangnya dengan kecepatan dan kekuatannya aku sulit untuk menebasnya.

Namun pada akhirnya zog pun keluar dan menolongku dengan menembakan senapan ke arah kepala zombie tersebut dan bilang kepada ku.

ZogMaaf teman lama menunggu, aku habis mencari senapan ini bekas berburu ayahku”.

TianTidak apa apa teman, ayo sekarang kita bergegas pergi ke arah rumah ega mereka semua telah menunggu”.

Zogoke kawan”.

Zog dan keluarganya naik ke mobil yang telah ku persiapkan dan langsung melesat ke arah rumah ega yang tidak jauh dari blok komplek kami, setelah aku lihat ternyata mereka sedang bertarung dengan para zombie yang ingin menyerang rumah ega.

Ega dan star sedang bertarung dengan kumpulan para zombie yang menyerang rumahnya.

EgaKalian tepat datang pada waktunya, cepat bantu kami!!!".

Aku menyerang para zombie-zombie tersebut dengan samurai ku, zog pun menembak kepala zombie dengan senapan tua milik ayahnya dan sesekali meninju para zombie dengan gagang senapan dan kembali mengisi peluru, ega bertarung dengan pisau tentara kecil yang cukup tajam untuk merobek isi kepala zombie dan stars melawan para zombie dengan dua bilah kapak, karena ega pun memiliki kapak yang satu lagi dan diberikan kepada stars, keluarga yang lain saling melindungi dengan peralatan yang mereka bawa masing-masing seperti pisau, linggis, palu, dll.

Kami pun berjalan perlahan ke arah jalan raya, di jalan raya aneh nya tidak ada motor ataupun mobil yang melewati daerah kami, suasana benar-benar mencekam gelap dan sunyi dengan jam yang menunjukan 11.29 PM, kami pun mengarahkan kendaraan kami ke arah selatan di jalan raya menuju ke Rose City (stasiun kereta), karena arah utara sangat tidak memungkinkan untuk melewatinya terlebih lagi daerah tersebut daerah tempat resident regency tempat kejadian bermula, yang pasti lebih banyak zombie-zombie yang berkeliaran mencari mangsa.

Iring-iringan 3 mobil dan 2 motor di depan, aku melihat ada gerombolan zombie yang sedang berkumpul untuk menghadang jalan untuk pergi ke arah pasar swalayan rose city yaitu satu-satunya jalan untuk pergi ke Jakarta, pusat kota negara kami.

Melihat situasi tersebut aku pun berusaha untuk manuver dengan menambah kecepatan motor Si Merah yang aku kendarai sambil membawa pedang samurai yang aku gesekan ke aspal dan menciptakan gemercik serpihan besi yang terbakar.

Tanpa rasa takut aku pun menebas barikade para zombie yang menghalangi jalan, aku arahkan pedang samurai ku pada leher zombie-zombie tersebut, sssrrrrreeeett ... 1 2 3 kepala zombie pun terputus aku telah melewati banyak zombie dan aku kembali untuk menebas mereka, ku arahkan kembali pedang samurai ku ke pada leher-leher zombie yang ingin menyerang.

Saat ada kumpulan 3 zombie yang menghadang jalan ku, aku pacukan gasnya lebih kencang ke arah 3 zombie tersebut setelah dekat aku lakukan Stoppie (mengerem depan secara mendadak) dan aku hempaskan tebasan ke 3 zombie tersebut mengikuti arah miringnya motor yang habis aku lakukan rem, karena ban belakan terangkat dan jatuh ke arah samping mengikuti tebasan pedang samurai ku.

Kota Kematian - Part 3
Gambar : Ilustrasi Stoppie

Setelah aku tebas ternyata berdatangan zombie yang lebih banyak, zombie yang ku hadapi lebih banyak dari sebelumnya sekitar 9 zombie hampir 3x lipatnya, setelah aku terpojok akhirnya kakak ku stars pun datang dengan memacu kendaraannya untuk membantu

Stars menebas dengan kedua kapak yang ada di kedua tangannya,, hhzzzziiittttt hiaaaaaaaaat !!!.

Sekejap kakak ku berhasil menebas seluruh zombie yang ada di sekitarnya.

TianMakasih kak, kamu telah menyelamatkan hidupku 2x hari ini”.

StarsTidak apa-apa dik itu memang sudah tugasku untuk melindungi kalian semua dan satu lagi jangan gegabah dalam mengambil keputusan!, walaupun sebenarnya aksimu itu keren sih

Tianoke kak, hehe” (aku sambil tertawa kecil),

Starsayo semuanya kita pergi ke pom bensin sana kita harus mengisi bahan bakar kendaraan kita sepenuh mungkin dan jangan lupa membawa stok beberapa liter untuk berjalanan nanti, ayo cepat bergegas !!!”.

Novel - Kota Kematian Part 4 (Belum Rilis)

No comments:

Post a Comment

Advertisment

Artikel Populer

Advertisment

© Copyright 2015. Website by Way2themes Edited by Materi Teknik Informatika