Kisah Klasik Ternyata Bukan Dia

Kisah Klasik Ternyata Bukan Dia - Kenangan sesuatu yang sulit dilupakan oleh seseorang, tertanam selalu di dalam hati.

Kisah Klasik Ternyata Bukan Dia

Hari yang biasa, seperti menjalani rutinitas dan mulai melupakan. Entah apa yang aku fikirkan di saat malam itu, saat aku sedang berkumpul dengan teman, aku serentak terdiam, melihat sosok seorang yang sangat aku ingin temui.

Dengan baju yang sama, cara jalan yang sama, tinggi yang hampir mirip, hatiku sekejap berdegup, seperti ada hentakan dari dalam, ingin hanya sekedar melihatnya.

Entah apa yang aku fikirkan, "mana mungkin dia datang malam-malam begini?", aku mengabaikan segala fikiran rasional-ku dan langsung menuju orang itu dengan secara tidak sengaja.

Setelah dekat, aku baru menyadari tinggi kita tidak sama, aku selalu ingat dia sama tingginya dengan aku dan saat itu aku menyadari bahwa Ternyata Bukan Dia.

Tubuhku lemas dan sekejap aku duduk sambil tersenyum sendiri seperti orang yang tidak jelas, "kenapa aku berfikir bahwa itu dia?" secara refleks aku menghampirinya tanpa berfikir dahulu, apa ini perasaan yang selalu terpendam, bisa merubah perilaku seseorang tanpa harus berfikir.

Ternyata kenangan masih tersisa, walaupun sedikit aku masih memperhatikannya.

Perasaan-ku, aku tidak perduli dengan perasaan-ku lagi, aku hanya memperdulikan perasaan orang lain, walaupun sama sekali tidak ada rasa, aku akan terima, namun tolong biarkanlah perasaan aku ini, untuk terus memperhatikan kamu, karena tulus yang aku fikirkan mau menerima keadaan apapun walaupun keadaan itu semakin sulit buat aku, walau aku harus menangis, tak apa menangis, karena aku sudah tidak perduli dengan perasaan-ku.

Biarkan perasaan itu terus ada dan aku biarkan perasaan-ku menemukan jalannya sendiri.

4 comments:

Advertisment

Artikel Populer

Advertisment

© Copyright 2015. Website by Way2themes Edited by Materi Teknik Informatika