Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir

Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir - Mahasiswa tingkat akhir? ya penulis salah satunya yang memiliki cerita dimana saatnya mahasiswa akan merasakan detik-detik terakhir berada di kampus.

Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir

Ini cerita ane,

Saya, Septian Maulana, mahasiswa tingkat akhir jurusan teknik informatika di Universitas Singaperbangsa Karawang.

Menjadi mahasiswa tingkat akhir itu ada sukanya ada dukanya, suka nya ketika kita sudah menyelesaikan hampir seluruhnya SKS dan hanya tinggal SKS TA yang menghadang, dukanya itu ya jadi jarang ngumpul sama temen, karena mahasiswa tingkat akhir itu gak punya kelas dan masih banyak lagi kalo mau dijelasin.

Kadang ke kampus itu suka gak ada tujuan dan salah satu tujuannya ya cuma bimbingan, kadang temenya cuma laptop dan gadget yang selalu menemani sampe batrenya habis, saat batrenya habis yaudah gak ditemenin lagi.

Ngomong masalah temen, ane ngerasain banget yang udah berkali-kali ditinggalin temen, sakitnya itu lebih dari diputusin pacar, soalnya temen itu menurut ane lebih berharga, bisa jadi dia akan menjadi partner kita, rekan kerja kita, sahabat seperjuangan dan mungkin bahkan seorang istri (kalo perempuan).

Ya sudah hampir 3 tahun berlalu, kebersamaan yang hilang hanya sekitar 3 menit dan setelah itu tidak ada komunikasi lagi, mudah sih bagi orang itu yang mudah melupakan, beda kaya ane yang selalu inget secara detail, bahkan saat pertemuan pertama, dia pake baju apa, tas apa, sekitar jam berapa, semua kenangan itu tersimpan di otak kiri dan divisualisasikan lewat otak kanan.

Apa lagi waktu melewati tempat yang terdapat moment, ingatan itu akan otomatis terpanggil dan secara tidak sadar sulit untuk menolaknya dan selalu teringat kembali, ya mungkin ane orang yang aneh, yang selalu inget-inget masa lalu, tapi itu gak menutup kemungkinan ane melihat masa depan untuk mencari seseorang yang lebih baik, baik dalam segi akhlaknya.

Mungkin kalo diterusin ini curhatan bakal panjang deh, mending balik lagi ke topik utama.

Kadang saat mendung tiba, kegelisahan muncul dan sejenak berfikir, "Ke Kampus Gak yaa".

Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir

Pilihannya adalah "Kagak" haha, kecuali ya ada seseorang yang menunggu kedatangan kita, bahkan walaupun badai menerpa ane tetep bakalan dateng.

Pokonya banyak banget yang udah gak dialami ketika udah masuk ke zona "Mahasiswa Tingkat Akhir", entah itu UTS dan UAS nya, tugas kesehariannya, Quiz mendadak, tugas kelompok, ngerjain project kuliah, main di kelas sehabis mata kuliah selesai, banyak moment yang gak bisa dirasain lagi dan harus menerima kenyataan bahwa skripsi udah menunggu untuk dikerjakan.

Setelah lulus kuliah baru kehidupan yang sesungguhnya di mulai, kuliah nyata sesungguhnya, bekal apa aja yang udah kita dapet, keahlian apa aja yang udah kita kuasai dan tanggung jawab.

Jujur sebenernya ane pingin segera menikah bila udah melakukan banyak persiapan dan cukup mapan, punya rumah sendiri, pekerjaan tetap, wirausaha yang punya cukup pegawai dan banyak cabang, active income, passive income dan masih banyak cara untuk menjadi mapan,.

Ane gak cocok kalo ngejalanin hubungan yang namanya pacaran, soalnya ane terlalu setia, ane pingin nyari yang serius, pingin cepet lulus dan masuk di dunia kerja yang memang tidak semudah mengucapkan dari pada melakukan. Namun semua itu udah terdapat dalam List To Do yang siap untuk diimplementasikan.

Tapi keadaan harus realisitis, sebelum melakukan itu semua, kita harus mengalami yang namanya fase penyusunan TA (skirpsi), Semangat Skripsi !

Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir


Sekian artikel tentang Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir, semoga beramanfaat dan mengambil hikmah dari cerita tulisan ini.

No comments:

Post a Comment

Advertisment

Artikel Populer

Advertisment

© Copyright 2015. Website by Way2themes Edited by Materi Teknik Informatika