Suara Kecil di Jakarta Kota

Statsiun Jakarta Kota - cerita ini berawal dari kisah seorang pemuda yang sedang bosan menunggu datangnya kereta api.


Dari pagi hingga malam, suara kecil di Statsiun Jakarta Kota, tifak pernah berhenti bersuara, serak, lelah, malu bahkan bosan pun tidak diperdulikannya.


Mencari uang, apapun itu asalkan halal, pasti dilakukan. Saat ini menunjukan jam 7:19 PM, suara kecil itu masih terdengar, bahkan ada seorang pemuda yang mengolok-olok dari kejauhan.


Entah apa yang difikirkan pemuda itu, akan sulitnya mencari nafkah, mungkin pemuda itu sudah terbiasa enak, nyaman, punya uang, padahal uang tersebut belum tentu hasil jerih payah dia sendiri.


Saat ini aku masih menunggu, lelah aku berdiri, padahal aku hanya diam dan tak bersuara, namun suara kecil itu selalu terdengar dan tidak pernah sedikitpun lelah.


Banyak orang-orang yang berdiam diri, tanpa berkomunikasi di tengah keramayan, apakah ini sebuah akhir dari sosialisme seseorang dan menjadi anti-sosial.


Saya tahu, semua orang lelah dan ingin pulang namun, adakah sedikit kepedulian akan toleransi seseorang terhadap orang lain akan indahnya bersosialisasi?.


Aku sudah ingin pulang, namun suara teriakan kecil itu yang menawarkan makanan ringan, masih saja belum berhenti, entah sampai kapan, yang pasti besok dia akan kembali lagi.


Advertisment

Artikel Populer

Advertisment

© Copyright 2015. Website by Way2themes Edited by Materi Teknik Informatika